Kukira,
Aku sudah setegar itu,
Kukira,
Hatiku sudah tak lagi tergetar olehmu,
Kukira,
Mataku sudah teramat lelah menangisi kepergianmu,
Salah!
Aku tlah salah mengira,
Aku masih saja salah menduga,
Aku masih saja sebodoh itu.
Dulu,
Aku memakan habis semua kata katamu,
Kurangkaikan harapan harapan semu,
Kujuntai indah menjadi cerita masa depan yang tak terbaca kapan masanya
Dulu,
Hal hal yang kau beri,
Begitu kusenangi sampai diri tak terkendali,
Lagi lagi,
Harapan semakin kokoh berdiri.
Saat kau lepas genggamanmu,
Aku sadar, siapa diriku
Aku hanya pengharap semu
Yang selalu memohon belas kasihmu
Kini,
Ketika ada secercah cerita darimu yang mengaitiku
Aku tak boleh berbesar kepala
Aku tak boleh mendamba
Aku tak boleh lagi membayangkan cerita kita
Karna itu belum tentu nyata,
Yang nyata adalah
Ketika Allah slalu hadir
Allah biarkan aku menceritakan semua kisah kita
Allah biarkan aku bercerita tentang apa yang kurasa, kugambarkan, kumimpikan
Dan harapanku
Kualihkan hanya pada Dia, bukan pada dia
Aku malu,
Aku benar benar malu,
Ditinggalkan olehmu
Tapi aku masih menunggu
Aku malu
Pada diriku
Sungguh aku malu
Semoga diam bisa menjadi penawarnya
Agar tak ada seorangpun yang menyangka
Bahwa aku masih berdiam disana
Kujulurkan tanganku
Biar Allah yang menghantarkanmu menujuku
Dengan cara yang baik
Yang menyenangkan