Minggu, 07 Februari 2016
JANGAN GUNJINGKAN 'CINTA'
kisah ini tentang sepenggal kisah dari keluarga besar saya.
salah seorang saudara saya, dia perempuan, sudah sangat cukup matang untuk dipinang.
namun Allah sampai sekarang belum kunjung mempertemukannya dengan 'teman hidup' nya.
hal - hal seperti itu merupakan bahasan hangat yang nikmat untuk diperbincangkan oleh saudara yang lain. ya, jika itu dilihat dari sudut pandang yang membicarakan.
namun jika saya lihat dari sudut pandang 'saudara saya', betapa hatinya sakit tak terkira ketika mendengar bahwa dirinya jadi bahan obrolan sana sini. ya kalau yang dibicarakan tentang prestasi dan lain sebagainya, lha ini tentang 'waktu' yang memang 'belum saatnya' tiba untuknya, dan 'diluar
kendali' dia. salah 'saudara saya' dimana? apa mereka pernah tau sejauh apa usaha 'saudara saya' ini untuk bertemu dengan jodohnya? apa mereka selalu medengar doa - doa yang dia panjatkan agar segera terhalalkan?
ketika melihat 'saudara saya', timbul pertanyaan dalam diri saya, akankah saya di usia sematang dia juga akan belum dipinang oleh seorang pria? hal itu mungkin saja karna sekarang saya juga belum terhalalkan. hal itu mungkin karna Sang Maha Punya yang tahu segalanya.
memang, ada pria yang dekat dengan saya. namun apa hal itu menjamin saya bisa menyempurnakan separuh agama saya dalam waktu dekat?
jadi untuk cinta - cinta ambigu yang belum terbalut dalam bingkai rumah tangga, baiknya jangan disombongkan kawan. jangan dibesar - besarkan perkaranya, jangan di umbar sana sini, karna kita tak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya.
ingin sekali saya mengutarakan pendapat saya ini kepada keluarga besar saya, yang begitu hobi mengucilkan 'saudara saya' itu. karna ada Yang Maha Mendengar yang senantiasa tahu siapa siapa hamba yang menggunjing.
naudzubillah semoga saya bisa memperbaiki diri saya untuk tak turut serta memberi luka untuk 'saudara saya' dengan menggunjingnya, semoga saudara saya yang lain segera tersadar dan tak lagi menoreh luka yang lebih dalam dengan perkataan mereka. karna semua manusia tak ada yang pernah tahu jodoh datangnya dari arah mana.
mbak, jangan sedih ya. semoga mbak bisa segera dipertemukan dengan 'imam' yang telah dipilihkan Allah untukmu.
tetap semangat dan tebar kebahagiaan walau aku tau hatimu begitu teriris.
jangan dendam dengan mereka yang tlah 'menyantap daging' mu.
jangan balik 'menyantap daging' mereka.
biarkan saja mereka mencela dan merasa lebih sempurna.
karna ada Dia yang lebih tahu sejauh apa usahamu, setekun apa doamu, sebaik apa akhlakmu.
khusnudzon dengan Nya ya mbak.:)
