Sabtu, 06 Februari 2016
AKU, KAMU, DAN MEREKA
saat diri tak lagi menyadari di mana posisi hati, saat itulah ujian iman tertinggi. penghuni hati bukan lagi zat yang maha suci. tertipu oleh cinta yang seolah tampak suci,
padahal ia hanya sebuah rasa yang hadir untuk menguji diri. hingga akhirnya, sibuk untuk memperbaiki diri bukan karena Allah, tapi demi jodoh.
gemuruh di dada ingin rasanya segera menikah, tanpa disadari niat sudah salah arah, bukan lagi untuk ibadah. gundah gelisah mncari - cari sang idaman hati. hingga terlupa akan petingnya meningkatkan ketaatan pada Ilahi.
sungguh, sendiri bukanlah sebuah kehinaan. bukan bahan untuk ejekan. bukan pula bahan untuk saling menyalahkan. percayalah, Allah sudah mengatur saat yang tepat untuk hadirnya sang penawar sepi. tak perlu benci mendengar suara kanan kiri. biarkanlah. tetaplah jaga hati, sambil terus berbenah diri. namun satu hal yang perlu diingat, janganlah salah niat. Niatkanlah memperbaiki diri karena Allah, demi menggapai kebahagiaan di dunia dan akhiratnya kelak.
